Jakarta – Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan bahwa model kepemimpinan inklusif menjadi solusi krusial dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang kian kompleks. Dalam pembukaan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL I) 2026 di Pangkalpinang, Gusma menjelaskan bahwa permasalahan daerah tidak lagi bisa diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan sinergi lintas pihak antara pemerintah, masyarakat sipil, dunia usaha, hingga organisasi kepemudaan. Melalui semangat Pro Ecclesia et Patria, kader muda didorong untuk hadir sebagai penggerak ekonomi berkelanjutan yang mampu berkolaborasi aktif demi kemajuan bangsa.
Sejalan dengan visi tersebut, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Aminudin Ma’ruf, menyoroti pentingnya menciptakan ruang ekonomi yang sehat bagi pelaku usaha lokal dan UMKM. Saat ini, pemerintah tengah melakukan penyederhanaan entitas BUMN dari 1.080 menjadi sekitar 200 perusahaan agar lebih fokus pada bisnis inti dan tidak mempersempit ruang tumbuh bagi wirausaha muda di daerah. Langkah strategis ini dinilai sejalan dengan tema akselerasi ekonomi daerah, di mana pembangunan harus memberikan peluang sebesar-besarnya bagi kekuatan ekonomi lokal untuk berkembang secara mandiri.
Di sisi lain, aspek spiritualitas dan karakter kepemimpinan juga menjadi sorotan utama dalam agenda kaderisasi yang diikuti oleh 107 peserta dari 20 provinsi ini. Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, menekankan bahwa pemimpin masa depan harus memiliki empati sosial dan keberanian untuk hadir di tengah persoalan masyarakat, meneladani model pelayanan yang mengedepankan keteladanan hidup. Dengan dukungan berbagai pihak mulai dari Bawaslu, Polri, hingga Kementerian Agama, KKL I Pemuda Katolik 2026 diharapkan melahirkan pemimpin muda yang inklusif, kolaboratif, dan siap mengawal pembangunan nasional secara berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com
