DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali mencatat kinerja positif perbankan di Bali dalam mendukung perekonomian daerah melalui peningkatan penyaluran kredit UMKM. Hingga April 2026, total kucuran kredit dari bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Bali mencapai Rp147,64 triliun, atau tumbuh 9,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menariknya, lebih dari setengah realisasi tersebut, yaitu sebesar 51,26 persen, sukses diserap oleh sektor UMKM dengan dominasi pada segmen usaha mikro (41,84 persen) dan usaha kecil (37,99 persen).
Kepala OJK Bali, Parjiman, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi kredit investasi yang melonjak hingga Rp6,11 triliun, yang menjadi motor pembiayaan jangka panjang bagi para pelaku usaha lokal. Dari sisi sektor industri, bidang penyediaan akomodasi serta makan minum mencatatkan penambahan nominal terbesar, yaitu mencapai Rp2,10 triliun. Tren signifikan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata Bali terus menguat dan memicu tingginya kebutuhan pembiayaan di masyarakat.
Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Bali juga tumbuh positif sebesar 6,64 persen menjadi Rp207,54 triliun. Likuiditas yang sehat ini diimbangi dengan kualitas kredit yang semakin prima, terlihat dari penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 3,21 persen menjadi 2,60 persen. Kendati demikian, OJK mencatat rasio kredit terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) masih stagnan di angka 58,30 persen, yang berarti masih berada di bawah rentang ideal ketentuan perbankan sebesar 78 hingga 92 persen. Dikutip dari Antaranews.com
