KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dan mengimbau para nelayan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, Zaenuddin, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini berlaku mulai Senin (6/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026) pukul 08.00 WITA. Fenomena ini dipicu oleh pola pergerakan angin dari arah Timur hingga Selatan berkecepatan 2 sampai 15 knot, dengan kecepatan angin tertinggi yang berpotensi menyentuh angka 20 knot (5 Skala Beaufort).
BMKG memberikan catatan khusus mengenai risiko tinggi keselamatan pelayaran bagi armada berukuran kecil hingga sedang di wilayah perairan Bumi Anoa tersebut. Kecepatan angin di laut yang menyentuh 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter dinilai sangat berbahaya bagi perahu nelayan tradisional. Selain itu, operasional kapal tongkang juga berisiko tinggi apabila tetap dipaksakan berlayar saat kecepatan angin berada di angka 16 knot dengan tinggi gelombang laut yang naik mencapai 1,5 meter.
Berdasarkan pemetaan BMKG, terdapat tiga titik perairan utama yang berpeluang mengalami kenaikan gelombang signifikan selama tiga hari ke depan, meliputi Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, dan Perairan Wakatobi bagian barat. Kewaspadaan ekstra juga diminta untuk area Perairan Wakatobi bagian timur dan Laut Banda timur Wakatobi yang dipicu oleh embusan angin kencang. Pihak BMKG mengimbau masyarakat pesisir serta pelaku transportasi laut untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG demi menghindari kecelakaan laut. Dikutip dari Antaranews.com
