Danantara Garap Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun, Ini Rinciannya

Danantara Garap Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun, Ini Rinciannya

JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Danantara resmi menggarap 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi fantastis mencapai Rp225 triliun. Langkah besar ini ditargetkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA) dalam negeri sekaligus menyerap hingga 37.833 tenaga kerja. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa proyek ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi daerah dan memastikan multiplier effect-nya dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.

Pelaksanaan mega proyek ini dibagi ke dalam dua tahapan strategis. Fase I telah dimulai melalui groundbreaking pada 6 Februari 2026, mencakup enam proyek prioritas di 13 lokasi dengan investasi Rp109 triliun yang menyerap 11.456 pekerja. Sementara itu, Fase II menyusul pada 29 April 2026 dengan menyasar 10 proyek prioritas di 13 lokasi bernilai Rp116 triliun, yang diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru bagi 26.377 orang.

Cakupan 26 proyek hilirisasi Danantara ini sangat luas, mulai dari sektor pertambangan seperti pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga, hingga sektor energi dan pangan. Danantara juga fokus mengembangkan fasilitas bioavtur, bioetanol, pengolahan kelapa sawit, industri kelapa, serta peternakan ayam terintegrasi. Melalui langkah agresif ini, Danantara berkomitmen memperkuat fondasi industri nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com