Pengamat Sebut Teknologi Pertanian Jadi Kunci Utama Jaga Swasembada Beras Nasional

Pengamat Sebut Teknologi Pertanian Jadi Kunci Utama Jaga Swasembada Beras Nasional

Jakarta – Serikat Petani Indonesia memberikan apresiasi terhadap capaian swasembada beras nasional tahun 2025 yang berhasil melampaui angka kebutuhan konsumsi masyarakat. Meskipun produksi yang mencapai angka 34,61 juta ton ini didukung oleh kondisi iklim yang bersahabat, pemerintah diingatkan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada faktor cuaca. Penggunaan teknologi pertanian yang adaptif dinilai sangat mendesak untuk dikembangkan guna menghadapi ancaman kekeringan dan ketidakpastian iklim di masa mendatang.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pendekatan agroekologi yang mampu meningkatkan efisiensi sumber daya dan menjaga keseimbangan ekosistem lahan. Teknologi ini memungkinkan petani melakukan pemantauan lahan secara presisi serta mengoptimalkan penggunaan air dan nutrisi organik melalui bantuan mikrobiologi tanah. Dengan pemahaman kondisi lahan yang lebih mendetail, produktivitas pertanian diharapkan tetap terjaga meski dalam kondisi keterbatasan sumber daya air.

Di sisi lain, pengamat ekonomi pertanian menekankan pentingnya penguatan sistem irigasi dan inovasi teknologi pengairan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kering tahun 2026. Walaupun saat ini Indonesia memiliki cadangan beras yang mencukupi, keberhasilan swasembada harus berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan masyarakat luas. Pemerintah didorong untuk terus melakukan modernisasi sistem pengairan agar proses produksi padi nasional tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh dinamika cuaca ekstrem. Dikutip dari RRI.co.id