BPS Catat Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus 2026

BPS Catat Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus 2026

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras premium dan medium kompak mengalami kenaikan pada Agustus 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan harga terjadi di tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran. Secara keseluruhan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan naik 1,32 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 5,52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Berdasarkan kualitasnya, harga beras premium meningkat 1,22 persen (mtm) dan 10,07 persen (yoy), sedangkan beras medium naik 1,48 persen (mtm) dan 4,03 persen (yoy).

Ateng menjelaskan tren kenaikan harga beras premium dan medium telah berlangsung sejak Februari 2026. Kenaikan harga beras premium secara tahunan pada Agustus tercatat lebih tinggi dibandingkan beras medium. Sementara itu, harga beras di tingkat grosir mengalami inflasi 0,80 persen secara bulanan dan 4,28 persen secara tahunan. Di tingkat eceran, inflasi harga beras tercatat sebesar 0,42 persen (mtm) dan 2,77 persen (yoy). BPS menegaskan angka tersebut merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai kualitas dan seluruh wilayah di Indonesia.

Di sisi lain, BPS mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19 atau meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026. Kenaikan NTP didorong oleh indeks harga yang diterima petani (It) yang naik 1,14 persen menjadi 165,66, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,09 persen menjadi 128,24. Sejumlah komoditas yang mendorong kenaikan harga yang diterima petani antara lain gabah, kelapa sawit, karet, dan ayam ras pedaging. Sementara komoditas yang memengaruhi kenaikan harga yang dibayar petani meliputi daging ayam ras, beras, kacang panjang, dan buncis. Dikutip dari Antaranews.com