Kalimantan Tengah – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda melalui Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di Universitas Politeknik Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan yang diikuti 20 mahasiswa tersebut diinisiasi Penanggung Jawab KPJR Sampit, Vicky Sandy, sebagai langkah preventif untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di lingkungan pendidikan.
Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, mengatakan bahwa perilaku pengguna jalan menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperkuat melalui edukasi guna mencegah kecelakaan dan menekan fatalitas korban. “Keselamatan harus dimulai dari kesadaran diri, dengan mematuhi aturan, rambu, dan marka jalan serta menghargai pengguna jalan lainnya,” ujar Alfin.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan edukasi mengenai berkendara aman, pengenalan risiko kecelakaan, serta pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum berkendara. Jasa Raharja juga memperkenalkan aplikasi JRku, khususnya fitur Lapor Laka, yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan kecelakaan secara real-time untuk mendukung percepatan informasi dan penanganan korban.
Melalui Program PPKL, Jasa Raharja turut mendorong tenaga pendidik untuk berperan sebagai agen perubahan dalam menanamkan nilai keselamatan kepada mahasiswa. “Dosen dan tenaga pendidik memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir dan perilaku mahasiswa. Karena itu, nilai-nilai keselamatan perlu ditanamkan secara konsisten dalam lingkungan pendidikan,” tambah Alfin.
Jasa Raharja berharap sinergi dengan dunia pendidikan dapat terus diperkuat sehingga generasi muda tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Kami berharap edukasi ini dapat membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan, sehingga bersama-sama kita dapat menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban lalu lintas,” tutup Alfin.
