Cegah Banjir Bali Terulang, PJT I Andalkan Teknologi SWMS

Cegah Banjir Bali Terulang, PJT I Andalkan Teknologi SWMS

Denpasar – Perum Jasa Tirta I (PJT I) resmi mengambil langkah strategis dalam memitigasi risiko bencana banjir di Bali melalui penerapan Smart Water Management System (SWMS). Langkah ini dilakukan menyusul penugasan dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum kepada PJT I untuk mengelola wilayah sungai Bali-Penida. Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air WS Bali-Penida PJT I, Hamim Ghufroni, mengungkapkan bahwa teknologi berbasis informasi ini akan menggantikan pemantauan manual yang selama ini dinilai kurang responsif, guna mencegah terulangnya banjir besar seperti yang melanda Denpasar pada September 2025 lalu.

Sebagai tahap awal implementasi tahun ini, PJT I sedang dalam proses pengadaan dan kontrak pemasangan stasiun pemantau otomatis, yakni Automatic Rain Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recorder (AWLR). Peralatan telemetri tersebut diprioritaskan di titik-titik krusial kawasan Denpasar dan Badung, khususnya di area Tukad Mati dan Waduk Muara, sesuai koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Seluruh data hidrologi, mulai dari debit air hingga potensi pencemaran, nantinya akan terhubung secara real-time ke Command Center PJT I di Malang untuk mempercepat pengambilan keputusan.

Sistem canggih ini mampu mengkategorikan status kondisi air secara otomatis ke dalam tingkatan siaga hijau, kuning, hingga merah. Melalui integrasi data tersebut, PJT I dapat mendeteksi lonjakan debit air dari hulu lebih awal dan melakukan tindakan pencegahan dini (early release) secara terukur. Selain itu, kolaborasi dengan BMKG untuk prakiraan cuaca 4–5 hari ke depan akan memperkuat sistem peringatan dini bagi masyarakat. Kedepannya, PJT I berencana melakukan perluasan pemasangan stasiun pemantau di seluruh wilayah sungai Bali-Penida secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir jangka panjang. Dikutip dari Antaranews.com