Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menggandeng Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian obat nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor yang mencapai 94% pada tahun 2025. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa kolaborasi strategis ini melibatkan ratusan ribu apoteker di seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan sektor kefarmasian, mulai dari riset, pengembangan bahan baku lokal, hilirisasi inovasi, hingga pengawasan mutu obat.
Selain persoalan bahan baku, sinergi antara BPOM dan IAI ini juga difokuskan untuk mengatasi ancaman kesehatan serius seperti resistansi antimikroba (Antimicrobial Resistance / AMR). Berdasarkan data pengawasan BPOM, persentase apotek yang menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter masih berada di angka 63,75% pada 2025, sehingga membutuhkan penguatan disiplin profesi, edukasi publik, serta pengawasan yang lebih ketat dari para apoteker.
Melalui pendekatan berbasis bukti ilmiah (science-based) dan analisis risiko (risk-based), BPOM dan IAI berkomitmen membangun ekosistem farmasi yang tangguh dan berdaya saing global. Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu melindungi kesehatan masyarakat secara optimal, tetapi juga mewujudkan kedaulatan bangsa agar Indonesia mandiri dalam meneliti, memproduksi, dan menjamin mutu obatnya sendiri. Dikutip dari rri.co.id
