Jakarta – Bencana banjir di Padang akibat hujan lebat berintensitas tinggi dilaporkan masih belum surut, memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah mereka. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), genangan air yang meluas sejak akhir pekan lalu ini telah berdampak pada tiga kecamatan utama, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Kondisi ini memicu gelombang pengungsian di mana ratusan jiwa harus ditampung di berbagai posko sementara, seperti di tenda Lapau Munggu dan Mushalla Ar Ridwan, sementara petugas gabungan terus memantau situasi di lapangan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi dan data kerusakan masih bersifat sementara seiring proses pendataan yang terus berjalan. Dari laporan sementara, sedikitnya tercatat ratusan unit rumah warga terdampak genangan air dengan rincian kerusakan mulai dari kategori ringan hingga berat. Selain permukiman warga, terjangan arus deras juga memicu kerusakan infrastruktur vital, termasuk akses transportasi di sekitar kawasan PDAM Guo yang dilaporkan terputus total akibat diterjang banjir bandang.
Hingga saat ini, tim penanggulangan bencana gabungan masih fokus melakukan evakuasi lanjutan serta menyalurkan bantuan logistik darurat bagi para penyintas banjir Padang. Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih dapat memicu peningkatan debit air. Pemerintah daerah bersama BNPB berkomitmen untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur serta memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi di titik-titik evakuasi terpenuhi dengan baik. Dikutip dari rri.co.id
