Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu sore, mengekor tren positif mayoritas bursa saham di kawasan Asia. IHSG hari ini menguat 51,93 poin atau 0,92 persen ke posisi 5.695,12, sementara indeks LQ45 ikut naik 0,66 persen ke level 556,75. Kenaikan IHSG sore ini didorong oleh sektor barang baku dan energi yang melaju kuat, di tengah frekuensi perdagangan yang mencapai 1,54 juta kali transaksi dengan nilai Rp10,26 triliun.
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, mengungkapkan bahwa penguatan pasar regional Asia menjadi penopang utama IHSG hari ini. Dari sentimen global, pelaku pasar sedang mencermati perkembangan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha, Qatar. Di sisi lain, pasar juga masih dibayangi oleh spekulasi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS, The Fed, menjelang rilis data tenaga kerja terbaru.
Sementara itu dari dalam negeri, IHSG berhasil mendarat di zona hijau berkat dorongan sejumlah emiten konglomerasi, meskipun data ekonomi domestik sedang lesu. Indonesia tercatat mengalami kontraksi pada Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Juni 2026 yang turun ke level 46,9, serta defisit neraca perdagangan Mei 2026 sebesar 1,61 miliar dolar AS. Ditambah dengan inflasi Juni sebesar 0,44 persen (mtm), kondisi ini diyakini akan mendorong Bank Indonesia (BI) untuk lebih aktif mengintervensi pasar demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Dikutip dari Antaranews.com
