Jasa Raharja Bali Dorong “Banjar Berdaya Sampah” Jadi Gerakan Ekonomi Sirkular

Jasa Raharja Bali Dorong “Banjar Berdaya Sampah” Jadi Gerakan Ekonomi Sirkular

Denpasar — PT Jasa Raharja Wilayah Bali terus mendorong program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui monitoring program pengelolaan sampah organik basah terintegrasi melalui budidaya maggot di Yayasan Banjar Tegeh Sari dengan semangat “Banjar Berdaya Sampah”.

Kepala Kantor Jasa Raharja Wilayah Bali Abdillah, S.Sos., M.Si., bersama Kepala Bagian Administrasi serta Kepala Subbagian Keuangan dan TJSL, meninjau langsung perkembangan program. Pengelolaan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemilahan sampah, pengolahan plastik melalui pirolisis, penyaluran botol plastik ke bank sampah, hingga pemanfaatan sampah organik sebagai pakan budidaya maggot.

Selain meninjau pengelolaan sampah, rombongan juga mengunjungi koperasi Yayasan Banjar Tegeh Sari untuk berkoordinasi terkait rencana integrasi aplikasi e-Samsat BPD dengan aplikasi RT Pintar yang digunakan pelanggan bank sampah. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengintegrasikan aktivitas ekonomi masyarakat, pengelolaan lingkungan, dan kemudahan layanan publik.

Monitoring juga dilakukan di lokasi budidaya maggot, termasuk melihat uji coba maggot kering sebagai upaya meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk. Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat sekaligus implementasi konsep Creating Shared Value (CSV) yang menghadirkan manfaat bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Abdillah, S.Sos., M.Si. menegaskan bahwa monitoring merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja Wilayah Bali untuk memastikan setiap program TJSL memiliki keberlanjutan dan memberikan dampak nyata.

Abdillah, S.Sos., M.Si menegaskan “Semangat ‘Banjar Berdaya Sampah’ diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan masyarakat yang mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang bagi lingkungan sekaligus perekonomian. Kami ingin memastikan dukungan TJSL tidak berhenti pada bantuan, tetapi tumbuh menjadi program yang mandiri, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”