Jasa Raharja Perkuat Peran Human Capital sebagai Strategic Core dalam Mendorong Kinerja dan Kapabilitas Pegawai

Jasa Raharja Perkuat Peran Human Capital sebagai Strategic Core dalam Mendorong Kinerja dan Kapabilitas Pegawai

Denpasar – Kinerja perusahaan tidak hanya dibangun melalui strategi dan target bisnis, tetapi juga melalui kualitas insan yang menjalankannya. Karena itu, pengelolaan Human Capital terus diarahkan untuk tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan menjadi bagian strategis dalam menciptakan nilai dan mendorong keberlanjutan kinerja perusahaan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari Pembinaan Divisi Human Capital PT Jasa Raharja (Persero) yang dilaksanakan di Kantor Wilayah Bali pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pegawai Kantor Wilayah Bali dan diisi oleh Direktur SDM dan Umum PT Jasa Raharja (Persero), Rubi Handojo, bersama Kepala Divisi Human Capital, Akhdiyat Setya Purnama; Kepala Urusan Pengembangan Human Capital, Made Deda Purwantini; serta Kepala Urusan Layanan dan Keterikatan Pegawai, Tina Yustika.

Dalam pembinaan tersebut, Human Capital ditempatkan sebagai strategic core yang berperan dalam menciptakan nilai, memperkuat kolaborasi, serta mengakselerasi kinerja korporasi. Pendekatan tersebut menempatkan setiap pegawai sebagai bagian penting dalam perjalanan perusahaan untuk mencapai target sekaligus menghadirkan kontribusi yang memberikan dampak nyata.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya setiap pegawai memahami kontribusi dari pekerjaan yang dilakukan. Berbagai inisiatif dan hasil kerja perlu dicatat serta didokumentasikan dengan baik sebagai bagian dari pengembangan kapabilitas sekaligus bentuk pengukuran kontribusi individu terhadap pencapaian perusahaan.

Pengembangan kapabilitas juga tidak hanya ditempatkan melalui program pembelajaran formal. Budaya coaching dan pemberian umpan balik secara berkelanjutan didorong menjadi bagian dari keseharian di lingkungan kerja. Melalui pola tersebut, proses pengembangan pegawai diharapkan berlangsung secara lebih konsisten dan mampu menjawab kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

Dari sisi manajemen kinerja, pembinaan turut membahas pengembangan Indikator Prestasi Kerja (IPK) melalui Library Indicator. Kehadiran indikator yang lebih terstandarisasi diharapkan dapat membantu pegawai memahami serta menentukan indikator kinerja yang relevan sejak awal periode penilaian.

Dengan indikator yang semakin terarah dan terukur, penyusunan target diharapkan tidak berhenti pada pencapaian aktivitas, tetapi semakin berorientasi pada produktivitas, outcome, dan kontribusi strategis terhadap perusahaan. Hal ini menjadi penting agar kinerja individu memiliki keterkaitan yang jelas dengan sasaran organisasi.

Di sisi lain, aspek budaya dan keterikatan pegawai juga menjadi bagian dari pembinaan. Implementasi nilai-nilai AKHLAK terus didorong melalui keterlibatan seluruh insan Jasa Raharja, termasuk peran Change Agent, Change Booster, dan JR Muda sebagai penggerak perubahan dan budaya di lingkungan kerja.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa transformasi Human Capital tidak hanya berbicara mengenai sistem, indikator, maupun program pengembangan pegawai. Lebih dari itu, perubahan diharapkan tumbuh dari kesadaran setiap insan untuk terus belajar, terbuka terhadap umpan balik, berkolaborasi, serta memahami bagaimana pekerjaannya memberikan kontribusi terhadap tujuan perusahaan.

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali, Abdillah, menyampaikan bahwa penguatan Human Capital perlu dimulai dari kesadaran setiap pegawai terhadap peran dan kontribusinya dalam organisasi.

“Setiap insan Jasa Raharja memiliki peran yang penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Karena itu, pengembangan kapabilitas tidak boleh berhenti pada program atau pelatihan, tetapi harus tercermin dalam bagaimana kita bekerja, berkolaborasi, menerima feedback, dan menghasilkan kontribusi yang memberikan dampak. Kami di Wilayah Bali akan terus mendorong budaya tersebut agar setiap pegawai dapat berkembang sekaligus memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan,” ujar Abdillah.

Melalui pembinaan Human Capital tersebut, PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang mendukung pengembangan kapabilitas, keterikatan, budaya AKHLAK, serta manajemen kinerja yang semakin terarah. Pada akhirnya, penguatan Human Capital diharapkan mampu mengoptimalkan potensi setiap insan Jasa Raharja untuk menciptakan nilai dan mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan.