Sekadau – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sintang melaksanakan kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Kantor Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan.
Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan penanganan awal terhadap korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Materi yang disampaikan meliputi penilaian kondisi korban, penanganan luka dan pendarahan, penanganan patah tulang, teknik resusitasi jantung paru (RJP), serta prosedur evakuasi korban secara aman dan tepat.
Selain penyampaian materi secara teori, peserta juga mengikuti praktik langsung yang dipandu oleh narasumber profesional dan tenaga medis berpengalaman. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.
Kepala Cabang Sintang, Eryan Syaftari M, melalui Penanggung Jawab Samsat Sekadau, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa pelatihan PPGD merupakan salah satu bentuk komitmen Jasa Raharja dalam mendukung upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas, khususnya melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam penanganan awal korban kecelakaan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat ketika terjadi kecelakaan. Penanganan awal yang benar sangat penting untuk membantu menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko cedera yang lebih serius,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja berharap keterlibatan masyarakat dalam mendukung keselamatan berlalu lintas semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya membangun budaya peduli keselamatan, di mana penanganan korban kecelakaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas medis dan instansi terkait, tetapi juga membutuhkan kepedulian serta peran aktif masyarakat.
