Pemerintah Indonesia optimistis mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 di tengah ketidakpastian ekonomi global. Direktur Strategi APBN Kementerian Keuangan, Wahyu Utomo, menyebut sejumlah indikator domestik masih positif, seperti inflasi terkendali, surplus neraca perdagangan, cadangan devisa memadai, dan pertumbuhan kredit dua digit. Hingga September 2026, penerimaan negara tumbuh 25,5 persen dan belanja negara meningkat 19 persen, dengan surplus keseimbangan primer Rp125,5 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, Kemenkeu menyiapkan tiga strategi, yakni pragmatis, transformatif, dan diplomatis. Kebijakan ini difokuskan pada penguatan konsumsi masyarakat, investasi, sektor produktif, industrialisasi, serta perluasan akses pasar internasional. Selain itu, APBN akan dioptimalkan sebagai penyangga gejolak ekonomi sekaligus pendorong daya beli dan aktivitas dunia usaha melalui kebijakan fiskal yang terukur.
Dalam rancangan APBN 2027, pendapatan negara ditargetkan Rp3.435,1 triliun dan belanja negara Rp4.106,3 triliun, dengan defisit 2,4 persen terhadap PDB. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan ketahanan pangan. Melalui disiplin fiskal, kepastian kebijakan, serta kolaborasi pemerintah dan sektor swasta, APBN diharapkan mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Dikutip dari Suara.com
