Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mendorong peserta Magang Nasional untuk menjadikan program tersebut sebagai kesempatan belajar sekaligus memahami proses kerja pemerintahan. Saat menerima audiensi peserta magang, Rini menekankan bahwa pengalaman selama enam bulan bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi menjadi bagian dari proses memahami bagaimana kebijakan publik dirancang dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Program magang di Kementerian PANRB mendapat antusiasme tinggi dengan sekitar 505 pelamar, kemudian 156 peserta mengikuti tahap wawancara hingga terpilih 74 peserta melalui proses seleksi berbasis merit. Para peserta memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian yang beragam serta akan terlibat dalam sejumlah bidang strategis, mulai dari perumusan kebijakan publik, analisis data, hukum dan regulasi, pelayanan publik, transformasi digital, hingga komunikasi publik. Melalui keterlibatan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami secara langsung bagaimana birokrasi bekerja dari pusat kebijakan aparatur dan reformasi birokrasi.
Rini juga mengingatkan peserta magang agar membangun kompetensi, karakter, dan integritas selama mengikuti program. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus berorientasi pada masyarakat atau citizen-centric, sehingga proses pengambilan keputusan perlu didasarkan pada kebutuhan publik, bukan sekadar intuisi atau tren di media sosial. Karena itu, peserta Magang Nasional diharapkan mampu mengembangkan kemampuan bekerja sama, menyelesaikan masalah, serta mempertahankan rasa ingin tahu sebagai bekal untuk berkontribusi dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Dikutip dari RRI.co.id
