Nilai Positif Investasi Jepang, Indef: Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur RI

Nilai Positif Investasi Jepang, Indef: Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur RI

JAKARTA – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menilai arus investasi Jepang dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia memiliki peran sangat krusial. Menurutnya, pembangunan infrastruktur berskala besar membutuhkan sumber pendanaan jangka panjang dengan tenor yang sesuai. Jika proyek-proyek strategis tersebut dipaksakan bergantung pada pembiayaan perbankan konvensional yang bersifat jangka pendek, hal itu akan memicu lonjakan biaya dana (cost of fund) yang sangat tinggi dan membebani ketahanan fiskal negara.

Penilaian tersebut mencuat di tengah langkah progresif Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, yang tengah intensif menjajaki peluang investasi asing dari Negeri Sakura untuk sejumlah proyek megastruktur di DKI Jakarta. Sektor-sektor potensial yang dibidik meliputi perluasan koridor Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, pembangunan Mass Integrated Transportation Hub (MITJ), Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, tanggul pelindung pantai NCICD, penguatan sistem polder pompa Waduk Pluit Timur, hingga proyek Light Rail Transit (LRT) Fase 2 menuju Jakarta International Stadium (JIS).

INDEF menegaskan bahwa realisasi investasi infrastruktur ini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penurunan biaya logistik, hingga pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa. Kendati demikian, Esther mengingatkan pemerintah agar tetap cermat dalam memitigasi tantangan klasik seperti pembebasan lahan, ketidakpastian regulasi, serta risiko degradasi lingkungan. Implementasi siklus proyek yang memperhitungkan risiko kebumian dan perubahan iklim menjadi syarat mutlak agar pembangunan infrastruktur Indonesia tetap berjalan secara berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com