JAKARTA – Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, resmi mengoptimalkan bantuan 22 unit gerobak sampah dari CSR PAM JAYA untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa bantuan sarana ini harus dibarengi dengan perubahan perilaku warga dalam memilah sampah dari sumbernya. Program ini juga ditargetkan untuk mempercepat pembentukan bank sampah di setiap Rukun Warga (RW) guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan terorganisir.
Lurah Pondok Kopi, Sandy Adamsyah, menjelaskan bahwa 22 gerobak tersebut akan didistribusikan ke seluruh RW untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan dari hulu ke hilir. Selain menambah armada, Kelurahan Pondok Kopi juga melakukan penataan sistem Tempat Penampungan Sementara (TPS). Salah satu langkah konkretnya adalah penerapan sistem pengangkutan langsung di RW 03 menggunakan truk compactor, yang memungkinkan sampah dari gerobak warga langsung diangkut tanpa perlu menumpuk di TPS terlebih dahulu.
Sebagai solusi jangka panjang, Ketua LMK Pondok Kopi, Ega Harimurti, fokus mendorong edukasi pembentukan bank sampah di tiap wilayah melalui perwakilan LMK. Selain efektif mengurangi volume sampah yang masuk ke pembuangan akhir, bank sampah diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan barang daur ulang. Kolaborasi antara pemerintah, warga, dan sektor swasta ini menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Jakarta Timur. Dikutip dari Antaranews.com
