Kalimantan Tengah – Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah melalui Penanggung Jawab Samsat Pulang Pisau, Enrico Butar-Butar, terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui pelaksanaan kegiatan Safety Campaign dan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bersama Puskesmas Kelurahan Pulang Pisau. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau pada Jumat (29/5), sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sekaligus kesiapsiagaan masyarakat dalam penanganan awal korban kecelakaan.
Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan stakeholder terkait dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya budaya tertib berlalu lintas serta meningkatkan kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan akibat kecelakaan lalu lintas. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan awal korban kecelakaan, teknik dasar pertolongan pertama, serta pentingnya penanganan cepat pada masa golden period guna meminimalkan risiko fatalitas korban.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, menyampaikan bahwa upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui pengawasan dan penegakan aturan, tetapi juga melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam aspek keselamatan dan penanganan darurat. “Melalui kegiatan Safety Campaign dan pelatihan PPGD ini, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Selain itu, kemampuan memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat sangat penting untuk membantu korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan,” ujar Alfin Syahrin.
Jasa Raharja Kalimantan Tengah akan terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait dalam menghadirkan berbagai program edukasi keselamatan lalu lintas kepada masyarakat. Dengan sinergi yang berkelanjutan, diharapkan tercipta budaya berlalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan serta meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di jalan raya.
