JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui percepatan penyaluran kredit perbankan dan penguatan sektor UMKM. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa lewat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), intermediasi perbankan bagi dunia usaha terus diperkuat. Hasilnya, pertumbuhan kredit perbankan sukses melesat hingga 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2026, naik signifikan dibandingkan capaian akhir tahun 2025 yang berada di angka 9,69 persen.
Di sisi lain, BI terus memacu pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar utama penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional agar semakin berdaya saing global. Melalui Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu, BI menargetkan berbagai inovasi tahun ini mulai dari mencetak 400 barista bersertifikasi internasional hingga mendirikan ratusan pesantren pengelola ekonomi terintegrasi. Upaya ini berkaca pada kesuksesan tahun 2025, di mana omzet UMKM binaan BI berhasil tumbuh 23,1 persen (yoy) mencapai Rp7,02 triliun, didorong oleh performa kuat dari sektor UMKM digital dan ekspor.
Meskipun aktivitas ekonomi terus diperkuat, tantangan domestik tetap diwaspadai seiring rilis Survei Konsumen BI terbaru per Rabu (8/7/2026). Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 117,8 yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya masih berada dalam level optimistis. Kendati demikian, angka ini memperlihatkan tren fluktuasi yang menurun jika dibandingkan awal tahun seperti Januari 2026 yang sempat menyentuh angka 127,0. Guna mengantisipasi hal tersebut, Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus mengoptimalkan bauran kebijakan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah demi menjaga stabilitas dan mendukung penciptaan lapangan kerja. Dikutip dari Antaranews.com
