Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini ditutup menguat 65 poin atau 0,45 persen ke level Rp17.921 per dolar AS pada perdagangan Jumat sore. Penguatan mata uang Garuda ini dipicu oleh sentimen positif domestik, menyusul rilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal II-2026 oleh Bank Indonesia (BI). Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa aktivitas dunia usaha domestik terpantau meningkat pesat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) mencapai 12,97 persen, naik signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di angka 10,11 persen.
Peningkatan kapasitas produksi terpakai yang mencapai 73,8 persen turut menjadi motor penggerak utama gairah ekonomi nasional pada periode ini. Kinerja positif tersebut didominasi oleh sektor-sektor kunci seperti pertanian, konstruksi, pertambangan, serta akomodasi yang terdorong oleh momen libur sekolah dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Di sisi lain, kondisi keuangan dunia usaha dilaporkan tetap sehat dengan aspek likuiditas yang terjaga kuat serta akses kredit perbankan yang tetap mudah, sehingga memperkokoh fondasi penguatan rupiah di pasar spot.
Meskipun dibayangi ketegangan geopolitik global antara AS dan Iran yang berpotensi memicu lonjakan harga energi, rupiah terbukti mampu bertahan kokoh dari tekanan eksternal. Kekhawatiran pasar terhadap penundaan pemangkasan suku bunga oleh The Fed akibat risiko inflasi minyak global berhasil diredam oleh solidnya data domestik. Keperkasaan mata uang Garuda ini juga terkonfirmasi oleh kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang ikut menguat ke level Rp17.944 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp18.041 per dolar AS. Dikutip dari Antaranews.com
