Jasa Raharja Kalteng Bekali Siswa dan Guru SMK Teknologi Kotawaringin dengan Pelatihan PPGD

Jasa Raharja Kalteng Bekali Siswa dan Guru SMK Teknologi Kotawaringin dengan Pelatihan PPGD

Kalimantan Tengah – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas sekaligus menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan, Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Aula SMK Teknologi Kotawaringin, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (16/7). Kegiatan yang diinisiasi oleh Penanggung Jawab Kantor Pelayanan Jasa Raharja sekaligus Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Sampit, Vicky S. Irawan, bersama Adrian Setyanugraha ini diikuti oleh siswa, siswi, dan tenaga pendidik sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat akibat kecelakaan lalu lintas. Pelatihan menghadirkan dr. Candra Eriyanto dari RSUD Dr. Murjani Sampit sebagai narasumber yang memberikan materi sekaligus praktik penanganan korban kecelakaan secara cepat dan tepat.

Selama pelatihan, para peserta dibekali keterampilan dasar pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka, penanganan patah tulang, teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), hingga pemanfaatan peralatan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui sesi praktik, peserta diajak memahami langkah-langkah penanganan awal yang dapat dilakukan sebelum korban memperoleh penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan. Penanggung Jawab Kantor Pelayanan Jasa Raharja Sampit, Vicky Sandy Irawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program preventif Jasa Raharja untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda dan tenaga pendidik, agar mampu memberikan pertolongan pertama yang benar pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, menegaskan bahwa pelatihan PPGD merupakan wujud nyata sinergi antara Jasa Raharja, dunia pendidikan, dan fasilitas kesehatan dalam membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat. Menurutnya, penanganan yang cepat dan tepat pada menit-menit pertama setelah kecelakaan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan peluang keselamatan korban. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas siswa dan tenaga pendidik melalui pelatihan seperti ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan lebih banyak individu yang siap memberikan pertolongan awal sebelum tenaga medis tiba di lokasi.

Alfin berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh para peserta tidak hanya menjadi bekal saat mengikuti pelatihan, tetapi juga dapat diterapkan apabila menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ia juga mendorong terbentuknya relawan PPGD di lingkungan sekolah sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan. Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Kalimantan Tengah berharap kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama semakin meningkat sehingga penanganan korban kecelakaan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan efektif, yang pada akhirnya berkontribusi dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Tengah.