Karawang – PT Pupuk Kujang menggandeng PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) dan perusahaan teknologi energi asal Tiongkok, China Iron & Steel Research Institute Group (CISRI), untuk mendukung transisi energi dan pengembangan industri hijau di Indonesia. Kolaborasi tripartit tersebut menjadi bagian dari langkah Pupuk Kujang dalam mengembangkan hidrogen hijau (green hydrogen) yang nantinya dapat menjadi fondasi produksi amonia hijau (green ammonia) secara berkelanjutan. Project Manager Proyek Replacement Kujang 1A & Net Zero Emission Pupuk Kujang Yoyon Daryono mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan untuk menekan emisi karbon sekaligus menjaga keberlanjutan industri pupuk dan kimia nasional.
Sebagai produsen amonia yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun, Pupuk Kujang selama ini menggunakan gas alam sebagai sumber hidrogen. Melalui kerja sama dengan PLN EPI dan CISRI, perusahaan secara bertahap akan mengalihkan penggunaan energi fosil menuju sumber energi terbarukan, salah satunya dengan memanfaatkan biomassa. Potensi biomassa Indonesia yang mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun dinilai memiliki peluang besar untuk diolah menjadi green hydrogen sebagai bahan baku utama green ammonia. Dalam pengembangannya, Pupuk Kujang akan memanfaatkan fasilitas Pabrik 1B dengan menerapkan skema hybrid ammonia pada tahap awal, yakni mengombinasikan grey hydrogen dan green hydrogen sebelum secara bertahap menuju produksi green ammonia sepenuhnya.
Pengembangan green ammonia Pupuk Kujang diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem energi bersih sekaligus memperkuat daya saing industri nasional. Selain dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk yang lebih ramah lingkungan, green ammonia berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, bahan bakar armada maritim, serta bahan baku sektor manufaktur dan industri kimia. Kolaborasi Pupuk Kujang, PLN EPI, dan CISRI diharapkan mampu mempercepat transisi menuju energi bersih, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya biomassa Indonesia, serta mendukung terwujudnya industri pupuk dan kimia yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di tingkat global. Dikutip dari Antaranews.com
