Jakarta – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Gus Lilur mendukung Ketua Umum PBNU Gus Kikin dalam menyusun kepengurusan yang profesional, inklusif, dan representatif secara nasional. Menurut Gus Lilur, penyusunan jajaran pengurus PBNU perlu mengedepankan kapasitas, integritas, profesionalisme, serta prinsip meritokrasi dengan tetap mempertimbangkan keterwakilan kader NU dari berbagai daerah. Ia menilai Ketua Umum PBNU memiliki kewenangan untuk menentukan susunan kepengurusan sesuai kebutuhan organisasi.
Gus Lilur juga menanggapi sejumlah nama yang disebut masuk dalam bursa kepengurusan PBNU, termasuk Lukman Edy yang dikaitkan dengan posisi Sekretaris Jenderal. Menurutnya, pengalaman di pemerintahan maupun organisasi dapat menjadi salah satu pertimbangan selama sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan PBNU. Ia menilai figur dengan pengalaman kepemimpinan yang kuat dapat memperkuat efektivitas kerja organisasi, terutama melalui sinergi antara Ketua Umum dan jajaran pengurus serta komitmen terhadap khittah NU.
Selain profesionalisme dan kapasitas, Gus Lilur menekankan pentingnya keterwakilan kader NU dari berbagai wilayah Indonesia dalam kepengurusan PBNU. Struktur organisasi yang mencerminkan keberagaman nasional dinilai dapat memperkuat konsolidasi serta menjangkau kebutuhan warga NU di daerah. Ia mengajak seluruh elemen NU memberikan kesempatan kepada kepemimpinan baru untuk menjalankan mandat Muktamar dan berharap polemik terkait penyusunan kepengurusan tidak berlarut agar PBNU dapat segera fokus pada konsolidasi strategis dan pelaksanaan program kerja. Dikutip dari RRI.co.id
