JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat komitmen pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan nasional melalui pengembangan budaya sekolah aman dan nyaman. Berkolaborasi dengan Pemerintah Australia lewat program Inovasi, inisiatif ini resmi diterapkan pada sekolah mitra di lima provinsi dan 20 kota di Indonesia dengan fokus membangun lingkungan belajar yang mendukung penuh tumbuh kembang peserta didik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendekatan pendidikan nasional kini mengedepankan nilai kemanusiaan, yang diperkuat melalui regulasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dan Kepmendikdasmen Nomor 17 Tahun 2026 demi mewujudkan sekolah yang humanis, inklusif, partisipatif, serta menggembirakan bagi seluruh murid tanpa terkecuali.
Dukungan internasional ini diwujudkan secara nyata oleh Pemerintah Australia melalui penyebarluasan modul edukasi serta pendampingan intensif bagi sekolah-sekolah mitra. Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyatakan bahwa kenyamanan serta keamanan lingkungan sekolah berpengaruh langsung pada peningkatan kemampuan belajar dan keberhasilan akademik siswa. Hubungan kerja sama bilateral ini berfokus pada pencegahan perundungan berbasis penguatan karakter, di mana setiap sekolah diberikan fleksibilitas untuk mengadaptasi program sesuai dengan kebutuhan spesifik dan karakteristik sosial budaya masing-masing daerah.
Implementasi di lapangan menunjukkan keberhasilan lewat berbagai pendekatan inovatif di tingkat sekolah dasar. Sebagai contoh, SDN Sedatigede 2 Sidoarjo sukses menjalankan “Program Sahabat” yang melibatkan peran kualitatif orang tua yang memiliki keterbatasan waktu, sementara SDN Pucang 1 Sidoarjo mengandalkan metode kunjungan rumah (home visit) tanpa judgement untuk menyelesaikan kasus perundungan secara kekeluargaan. Praktik baik ini juga berdampak positif pada peningkatan rasa percaya diri dan empati siswa, seperti yang terlihat di SDN 06 Tarakan. Melalui sinergi lintas negara dan pelibatan aktif guru serta orang tua, output program ini terbukti mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang protektif, di mana anak merasa aman, nyaman, serta tahu cara bersikap asertif. Dikutip dari RRI.co.id
