JAKARTA – Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkapkan bahwa kebijakan pembatasan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar berpotensi menghemat volume konsumsi hingga 10–15 persen. Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menjelaskan bahwa penghematan ini dapat tercapai jika pembatasan dilakukan berdasarkan kapasitas mesin (CC) dan jenis kendaraan tertentu. Langkah ini merupakan bagian dari “Trilogi Strategi Pengendalian Subsidi” yang dirancang pemerintah untuk menciptakan efisiensi energi nasional yang lebih tepat sasaran.
Selain fokus pada BBM, pemerintah juga tengah menyiapkan transformasi subsidi LPG 3 kg agar berbasis pada data individu atau by name by address. Dengan mengacu pada data P3KE dan DTKS, penyaluran subsidi diharapkan benar-benar menjangkau kelompok masyarakat miskin ekstrem dan yang membutuhkan. Strategi ini dikombinasikan dengan percepatan elektrifikasi transportasi yang diyakini dapat berkontribusi signifikan terhadap penurunan konsumsi bahan bakar fosil di masa depan.
Di sisi pasokan, pemerintah berkomitmen untuk menekan impor solar melalui implementasi mandatori Biodiesel 50 (B50) yang direncanakan mulai berlaku 1 Juli 2026. Menteri ESDM menargetkan Indonesia bisa mencapai nol impor solar jika pemanfaatan minyak kelapa sawit dalam program B50 berjalan optimal. Rangkaian kebijakan ini menjadi kunci utama bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ketahanan energi nasional dan stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu. Dikutip dari Antaranews.com
