Hemat Devisa Rp177 Triliun, Menko Airlangga Ungkap Dampak Positif Program B50

Hemat Devisa Rp177 Triliun, Menko Airlangga Ungkap Dampak Positif Program B50

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa implementasi program biodiesel B50 mampu menghemat devisa negara hingga Rp177 triliun. Selain memotong ketergantungan terhadap impor solar, program besutan Presiden Prabowo Subianto ini sukses menempatkan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan B50. Langkah strategis ini juga diklaim efektif mengurangi emisi karbon sebesar 44 juta ton COâ‚‚ ekuivalen demi mendukung target net zero emission.

Dalam acara KADIN Diplomatic Economic Breakfast di Jakarta, Jumat, Menko Airlangga menjelaskan bahwa penguatan kedaulatan energi melalui biodiesel B50 menjadi fondasi penting ekonomi nasional. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi dan respons cepat pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global, mulai dari konflik geopolitik di Ukraina dan Selat Hormuz, hingga tantangan disrupsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI).

Selain fokus pada pengembangan biodiesel B50, pemerintah Indonesia kini gencar mempercepat transisi energi nasional melalui proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt. Menko Airlangga menambahkan bahwa ekosistem hilirisasi baterai kendaraan listrik di dalam negeri juga telah siap dikembangkan secara masif, guna mendukung kebutuhan industri otomotif sekaligus memperkuat sistem penyimpanan energi (battery storage system). Dikutip dari Antaranews.com