SEMARANG – Dalam upaya meningkatkan kepatuhan pengusaha angkutan umum serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Jawa Tengah pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Asuransi Jasa Raharja Jawa Tengah, Suryo Setyantoro Putro, yang didampingi oleh Kasubag Iuran Wajib (IW), Arviqa Sangia. Kedatangan delegasi Jasa Raharja tersebut diterima langsung oleh Ketua Organda Jawa Tengah beserta jajaran pengurus.
Suryo Setyantoro Putro menekankan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk membangun sinergi berkelanjutan dengan para pengusaha angkutan umum di wilayah Jawa Tengah. Fokus utama pembahasan adalah mendorong kepatuhan para operator angkutan dalam memenuhi kewajiban perlindungan bagi penumpang melalui pembayaran Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
“Kami terus mendorong seluruh pengusaha angkutan umum agar senantiasa tertib dalam memenuhi kewajiban tersebut. Pembayaran IWKBU merupakan perlindungan resmi bagi penumpang angkutan umum yang mengalami kecelakaan, sementara SWDKLLJ adalah perlindungan bagi pihak ketiga yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemenuhan kewajiban tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan kepastian perlindungan. Dana yang terkumpul dari IWKBU dan SWDKLLJ dikelola secara resmi dan digunakan untuk menyalurkan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas.
“Sangat penting bagi pengusaha angkutan untuk memahami bahwa dana ini adalah hak korban. Dengan tertib membayar IWKBU dan SWDKLLJ, setiap penumpang maupun pihak ketiga yang terlibat kecelakaan akan terjamin perlindungannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.
Melalui sinergi yang terbangun, Jasa Raharja Jawa Tengah berharap tingkat kesadaran para pengusaha angkutan umum terhadap pentingnya perlindungan penumpang semakin meningkat. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem transportasi umum yang lebih aman, nyaman, dan terjamin kepastian hukumnya bagi seluruh pengguna jasa transportasi di Jawa Tengah.
