PADANG PARIAMAN – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan teguran keras terkait lambatnya proses rehabilitasi sawah pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Saat meninjau Desa Lubuk Alung pada Selasa (14/4), Mentan menyoroti belum optimalnya pemulihan lahan pertanian meski anggaran pusat sebesar Rp455 miliar untuk wilayah Sumbar sudah tersedia sejak Januari 2026. Amran menegaskan bahwa birokrasi yang panjang di tingkat daerah tidak boleh menjadi penghambat bagi petani untuk kembali berproduksi di atas lahan seluas 7.000 hektare yang terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan menyampaikan peringatan tegas kepada pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur pertanian dalam waktu maksimal satu bulan. Amran menyayangkan adanya indikasi aktivitas alat berat dan pengolahan lahan yang terkesan hanya dilakukan saat ada kunjungan pejabat. Ia mengancam akan menarik kembali bantuan anggaran jika tidak ada keseriusan dalam percepatan di lapangan, mengingat bantuan tersebut merupakan hak rakyat yang harus segera disalurkan demi menjaga ketahanan pangan nasional.
Guna memastikan target satu bulan tercapai, Kementerian Pertanian meminta adanya penguatan koordinasi lintas sektor dan pemangkasan alur komunikasi yang menghambat pencairan dana di daerah. Mentan menginstruksikan para penanggung jawab lapangan untuk tetap berada di lokasi hingga seluruh pekerjaan benar-benar tuntas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, diharapkan ribuan hektare sawah yang rusak di Padang Pariaman dapat segera pulih dan produktif kembali sehingga para petani tidak lagi merugi akibat masa tanam yang tertunda terlalu lama. Dikutip dari RRI.co.id
