PATI – Jasa Raharja Cabang Pati bersama Tim Pembina Samsat Pati dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati menggelar kegiatan evaluasi serta pembinaan bagi pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kabupaten Pati, Rabu (20/5/2026). Langkah ini dilakukan guna memperkuat sinergi dalam optimalisasi transaksi Samsat Budiman (Badan Usaha Milik Desa Aman).
Kegiatan ini menghadirkan jajaran pimpinan instansi terkait sebagai narasumber, di antaranya Kepala Cabang Jasa Raharja Pati, Krisnoadi Kusumo Nugroho; Kepala UPPD Kabupaten Pati, David Alifianto; Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol I Putu Asti Hermawan Santosa; serta perwakilan Bidang Pengembangan dan Kerjasama Desa Dispermades Kabupaten Pati. Peserta yang hadir merupakan para direktur dan Person in Charge (PIC) BUMDes dari seluruh wilayah Kabupaten Pati.
Dalam sesi pembekalan, para narasumber menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan inovasi di tingkat desa. BUMDes didorong untuk lebih aktif melakukan edukasi kepada warga agar kesadaran membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) terus meningkat.
Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol I Putu Asti Hermawan Santosa, menyampaikan dukungan penuh atas peran aktif BUMDes. Menurutnya, kehadiran BUMDes dalam layanan Samsat sangat membantu dalam mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat pedesaan. “Ini langkah nyata dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap administrasi kendaraan bermotor,” ujarnya.
Kepala Cabang Jasa Raharja Pati, Krisnoadi Kusumo Nugroho, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa sinergi lintas sektoral ini adalah langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan publik.
“Kolaborasi antara Jasa Raharja, Samsat, Dispermades, dan BUMDes ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan dekat. Melalui evaluasi ini, kami berharap seluruh BUMDes di Pati dapat terus meningkatkan kinerja dan volume transaksi program Samsat Budiman secara optimal,” papar Krisnoadi.
Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif, di mana para peserta antusias mendiskusikan berbagai tantangan maupun peluang pengembangan layanan di desa masing-masing. Diharapkan, melalui penguatan kapasitas ini, pelayanan administrasi kendaraan bermotor di tingkat desa dapat menjadi lebih profesional dan memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan daerah.
