Pemerintah Rekonstruksi Desa Adat Sade, Libatkan Warga dan Tokoh Adat

Pemerintah Rekonstruksi Desa Adat Sade, Libatkan Warga dan Tokoh Adat

JAKARTA — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan empati mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, pihak swasta, dan ekosistem pariwisata berkomitmen untuk bergotong royong merestorasi kawasan wisata ikonik tersebut. Dalam prosesnya, pemerintah memastikan partisipasi aktif masyarakat setempat agar warga terdampak dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas, mulai dari penenun hingga anak-anak yang kembali bersekolah.

Guna memastikan langkah rekonstruksi berjalan cepat dan terarah, Kementerian Pariwisata menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, serta jajaran Forkopimda. Pertemuan strategis ini merumuskan empat langkah utama pemulihan, diawali dengan pembentukan tim kerja lintas sektor untuk pendataan terperinci, pembukaan akun donasi satu pintu, hingga pemenuhan pasokan bahan baku bangunan tradisional. Rekonstruksi ini juga akan mengacu pada penyusunan masterplan yang mempertahankan keaslian arsitektur lokal sekaligus dilengkapi sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memperkirakan total anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan fisik kawasan budaya tersebut mencapai Rp25 miliar hingga Rp30 miliar. Alokasi dana ini direncanakan untuk membangun kembali 75 rumah adat, 65 kios UMKM, satu bangunan masjid, serta penataan area kawasan yang terdampak. Masterplan penataan Desa Adat Sade ini nantinya ditargetkan menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi tata kelola infrastruktur keselamatan pada desa adat berisiko musibah di seluruh Indonesia. Dikutip dari RRI.co.id