Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Pergantian Menkeu, Pasar Beri Respon Positif

Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Pergantian Menkeu, Pasar Beri Respon Positif

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi berpotensi menguat menyusul dinamika pergantian kursi Menteri Keuangan (Menkeu). Analis Doo Financial, Lukman Leong, menyatakan bahwa pasar keuangan menunjukkan respons positif terhadap transisi kepemimpinan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara, yang resmi dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026. Pergantian ini dinilai membawa angin segar karena investor sebelumnya kurang merespons positif berbagai pernyataan maupun pandangan ekonomi dari pejabat sebelumnya.

Kendati demikian, ruang penguatan bagi mata uang Garuda diperkirakan tetap terbatas akibat sejumlah sentimen eksternal dan domestik yang membayangi pasar. Faktor penahan tersebut di antaranya berasal dari harga minyak mentah dunia yang masih bertahan di level tinggi, serta sikap wait and see para pelaku pasar yang menantikan hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu, 16 September 2026. The Fed sendiri diproyeksikan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) ke level 4 persen.

Dengan memperhitungkan berbagai faktor sentimen global dan domestik tersebut, pergerakan kurs rupiah diprediksi akan berada di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS. Investor diimbau untuk terus memantau perkembangan kebijakan moneter lanjutan serta arah perekonomian di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru agar dapat mengambil keputusan finansial yang tepat. Dikutip dari Antaranews.com