SEMARANG – PT Jasa Raharja Cabang Semarang terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kewajiban administrasi kendaraan bermotor. Berkolaborasi dengan Polrestabes Semarang, UPPD Samsat Semarang III, dan Bapenda Kota Semarang, Jasa Raharja menggelar sosialisasi kepatuhan pajak serta tertib berlalu lintas di lingkungan PDAM Sampangan, Kota Semarang.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menciptakan budaya tertib administrasi sekaligus meningkatkan aspek keselamatan di jalan raya.
Kepala Cabang Jasa Raharja Semarang, Manggala Aji Mukti, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada edukasi kepatuhan pajak kendaraan dan pentingnya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
“Fungsi utama dari SWDKLLJ ini adalah sebagai bentuk perlindungan dasar bagi masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kami terus menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan secara tepat waktu,” ujarnya
.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan bagi pengendara yang melintas di area tersebut. Bagi pengendara yang kedapatan belum melunasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), petugas langsung mengarahkan mereka ke layanan Samsat Keliling yang disiagakan di lokasi untuk mempermudah proses pembayaran.
Guna menarik antusiasme dan memberikan apresiasi bagi warga yang taat, petugas juga membagikan suvenir kepada pengendara yang telah memenuhi kewajiban administrasinya. Pemberian suvenir ini diharapkan menjadi media edukasi yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Jasa Raharja Cabang Semarang, yakni Penanggung Jawab Samsat Semarang I Bimo, Penanggung Jawab Samsat Semarang II Arief Eka Setiawan, serta Penanggung Jawab Samsat Semarang III Aris Murdiyanto.
Melalui pendekatan persuasif dan pelayanan jemput bola ini, Jasa Raharja Semarang berharap tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan di Kota Semarang terus meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat dana perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas.
