JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memilih jalur kemandirian nasional di tengah meningkatnya gejolak dan ketidakpastian global. Menurut Presiden, kondisi dunia saat ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang berdampak pada sektor energi, pangan, dan keuangan. Situasi tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi, energi, dan fiskal agar tidak bergantung pada pihak lain serta mampu menjaga kepentingan rakyat dan stabilitas perekonomian nasional.
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di antaranya adalah efisiensi anggaran non-esensial yang nilainya mencapai lebih dari Rp300 triliun, penguatan digitalisasi perpajakan, perbaikan tata kelola ekspor, hingga pemberantasan penyelundupan. Selain itu, pemerintah juga menjaga disiplin pengelolaan APBN agar kesehatan fiskal tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global. Di sektor energi, pemerintah mendorong implementasi program B50, memperluas penggunaan energi terbarukan, serta membangun kilang baru guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Presiden Prabowo menyebut berbagai kebijakan tersebut telah memberikan hasil positif. Pada kuartal I 2026, perekonomian Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Meski transformasi menuju kemandirian nasional tidak mudah, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan agenda tersebut agar Indonesia menjadi negara yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global di masa depan. Dikutip dari RRI.co.id
