PALEMBANG – Tim Manggala Agni resmi menambah jumlah personel lapangan guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sumber Hidup, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menyatakan bahwa kekuatan Manggala Agni kini dipertebal menjadi 45 personel. Langkah ini diambil karena kebakaran yang melanda lahan gambut seluas enam hektare tersebut masih terus berkobar sejak Kamis (2/7/2026) dan membutuhkan penanganan taktis yang lebih masif.
Proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat akibat kondisi angin yang berubah-ubah, kepulan asap pekat, serta vegetasi gambut yang didominasi semak belukar, belidang, pakis, dan tegakan gelam yang sangat mudah terbakar. Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT PSM, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) baru berhasil menjinakkan api di area seluas satu hektare. Untuk mendukung percepatan pemadaman dari udara, helikopter water bombing dari satuan tugas udara juga telah dikerahkan ke lokasi titik api.
Kebakaran ini awalnya terdeteksi melalui patroli udara sebelum akhirnya tim gabungan langsung diterjunkan untuk memblokir pergerakan api. Mengingat risiko luasan lahan gambut yang terbakar bisa terus bertambah, Ferdian mengimbau keras masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Pihaknya juga meminta warga untuk segera melaporkan setiap penemuan titik api sekecil apa pun guna mengantisipasi karhutla Sumsel meluas dan memicu kabut asap yang lebih parah. Dikutip dari Antaranews.com
