JAKARTA – Kepala DLH DKI Jakarta (Dinas Lingkungan Hidup), Dudi Gardesi Asikin, mengungkapkan bahwa respons dan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program pilah sampah menunjukkan tren yang kian positif. Sejak gerakan memilah sampah dari rumah ini diluncurkan dua pekan lalu, kesadaran warga di berbagai wilayah ibu kota mulai tumbuh secara signifikan. Perubahan perilaku di tingkat rumah tangga ini dinilai menjadi fondasi paling krusial untuk menekan volume sampah tercampur yang selama ini membebani Tempat Pembuangan Sampah (TPS) hingga Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang secara bertahap dan berkelanjutan.
Memasuki fase awal pelaksanaan pada periode Mei hingga Juni 2026, DLH DKI Jakarta saat ini masih memfokuskan strategi pada tahap sosialisasi intensif, edukasi publik, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung di lapangan. Pemerintah daerah ingin memastikan sistem pemilahan ini berjalan konsisten tanpa putus, mulai dari pemilahan skala mandiri oleh warga, pengelolaan di tingkat kawasan, hingga mekanisme pengangkutan oleh petugas kebersihan. Dengan mematangkan kebiasaan memilah sejak di hulu, rantai pengelolaan limbah di hilir diproyeksikan akan menjadi jauh lebih ringan dan efisien.
Setelah tahapan edukasi dasar ini dinilai kuat, implementasi program pilah sampah ini akan langsung diperluas dan diperkuat secara masif ke berbagai sektor, termasuk kawasan permukiman padat dan sektor usaha komersial. Pihak DLH DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menggelar pemantauan serta evaluasi berkala guna mengukur seberapa besar penurunan riil timbunan sampah yang berhasil dicapai di tingkat hulu. Melalui kolaborasi aktif ini, Jakarta diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pengelolaan lingkungan hidup yang lebih hijau, bersih, dan bebas dari ancaman krisis darurat sampah. Dikutip dari Antaranews.com
