Guardiola hingga Lampard Sepakat Kompetisi Musim Ini Benar-Benar Menguras Fisik

Guardiola hingga Lampard Sepakat Kompetisi Musim Ini Benar-Benar Menguras Fisik

JAKARTA — Kompetisi sepak bola Inggris yang terkenal kejam kembali memakan korban setelah Pep Guardiola dan Oliver Glasner resmi memutuskan mundur dari kursi kepelatihan akibat kelelahan fisik dan mental. Guardiola menyudahi era emasnya di Manchester City setelah memimpin 593 laga selama sepuluh tahun dengan gelontoran 20 trofi, termasuk enam gelar Liga Premier. Sementara itu, Glasner memilih hengkang dari Crystal Palace tepat setelah membawa klub London tersebut mencetak sejarah menjuarai Liga Conference Europa usai menumbangkan Rayo Vallecano 1-0. Alasan kelelahan dinilai sangat relevan mengingat klub Liga Inggris harus bertanding di empat kompetisi sekaligus dengan total 38 laga liga domestik—jauh lebih padat dan menguras energi dibandingkan liga top Eropa lainnya seperti Bundesliga atau Ligue 1.

Meskipun Glasner disebut kecewa dengan kebijakan manajemen Crystal Palace yang melepas bek andalan Marc Guehi ke Manchester City awal tahun ini, faktor kalender kompetisi yang padat tetap menjadi pemicu utama sang taktik asal Austria itu untuk rehat demi keluarga. Kehilangan dua juru taktik jenius ini jelas menjadi pukulan telak bagi pamor kompetisi. Beruntung, daya tarik Liga Premier dipastikan tidak akan pudar karena musim depan panggung seketat ini siap kedatangan manajer kelas atas seperti Xabi Alonso yang resmi menukangi Chelsea, serta kehadiran tiga pelatih baru dari tim promosi Championship yang siap memberikan warna baru.

Salah satu sorotan utama musim depan tertuju pada Frank Lampard yang sukses membawa Coventry City promosi ke kasta tertinggi setelah finis sebagai jawara Championship. Legenda Chelsea ini bahkan baru saja dinobatkan sebagai pelatih terbaik di Inggris mengalahkan Mikel Arteta yang membawa Arsenal juara, berkat statistik mengerikan Coventry yang paling sedikit kebobolan sekaligus paling produktif. Pujian langsung datang dari Sir Alex Ferguson yang mengagumi kepemimpinan Lampard. Kehadiran Lampard dan taktik magisnya diprediksi menjadi jaminan mutu bahwa kompetisi akan tetap atraktif, meski ia juga harus bersiap menghadapi ujian berat dan tekanan mental yang sebelumnya sukses menumbangkan Guardiola serta Glasner. Dikutip dari Antaranews.com