JAKARTA – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai keberadaan bank emas atau bullion bank nasional berpotensi memberikan manfaat strategis bagi perekonomian Indonesia, khususnya dalam memperkuat stabilitas ekonomi makro. Ekonom Senior Indef, Tauhid Ahmad, mengungkapkan bahwa pengelolaan emas nasional yang kini telah mencapai 153 ton menjadi langkah positif untuk mengoptimalkan aset domestik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas. Akumulasi cadangan emas yang kuat dinilai ampuh menjadi bantalan (buffer) ekonomi nasional dalam menghadapi gejolak ketidakpastian global maupun fluktuasi nilai tukar mata uang asing, sebagaimana yang diterapkan oleh negara-negara maju seperti Jerman, China, dan Jepang.
Selain berfungsi sebagai aset linier penyimpan nilai (safe haven), Tauhid menjelaskan bahwa kehadiran bullion bank membuka peluang besar bagi pendalaman sektor keuangan nasional di masa depan. Melalui tata kelola perbankan emas yang terstruktur, komoditas ini tidak lagi mengendap pasif, melainkan dapat ditransformasikan menjadi berbagai produk keuangan inovatif, mulai dari jaminan pembiayaan hingga instrumen investasi turunan berbasis emas. Langkah progresif ini dinilai akan memperluas diversifikasi portofolio keuangan domestik sekaligus mencegah aliran modal keluar (capital flight) dari transaksi emas yang selama ini belum terintegrasi secara optimal.
Inisiatif penguatan sektor keuangan ini sejalan dengan apresiasi Presiden Prabowo Subianto yang memuji pencapaian layanan bank emas nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Sejak resmi diluncurkan pada 2025 melalui sinergi Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI), layanan bullion bank pertama dalam sejarah Republik Indonesia ini mencatatkan prestasi gemilang dengan mengelola 153 ton emas yang nilainya diperkirakan menembus 20 miliar dolar AS. Pemerintah optimistis penguatan ekosistem emas dalam negeri ini akan terus memperkokoh cadangan devisa serta menjaga kedaulatan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com
