Penyeberangan Merak-Bakauheni Berjalan Normal meski Gunung Anak Krakatau Erupsi

Penyeberangan Merak-Bakauheni Berjalan Normal meski Gunung Anak Krakatau Erupsi

JAKARTA — Aktivitas layanan penyeberangan kapal dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak dipastikan tetap beroperasi secara normal meskipun Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu (5/9/2026) pagi, tidak ada dampak atau gangguan signifikan terhadap operasional transportasi laut di lintasan Selat Sunda tersebut. Pemantauan ketat terhadap aktivitas vulkanik tetap dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jasa penyeberangan.

Lokasi Pelabuhan Bakauheni yang berjarak cukup jauh dari titik erupsi menjadi alasan utama operasional pelabuhan masih berjalan aman. Suratno menjelaskan bahwa posisi Bakauheni berada sekitar 30 nautical mile atau lebih dari 50 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Dengan jarak yang relatif aman tersebut, pola operasional kapal penyeberangan, proses pemuatan kendaraan, serta aktivitas penumpang dapat terus berlangsung tanpa harus mengalami penyesuaian maupun penundaan jadwal keberangkatan.

Guna melayani mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik antar-Pulau Sumatra dan Jawa, sebanyak 28 armada kapal dipastikan tetap beroperasi penuh tanpa ada pengurangan jumlah. Otoritas pelabuhan bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala dan berkoordinasi secara intensif. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh perjalanan penyeberangan Bakauheni–Merak tetap memenuhi standar keselamatan penerbangan dan pelayaran tertinggi. Dikutip dari RRI.co.id