Eskalasi Konflik AS-Iran Meningkat, Nilai Tukar Rupiah Melemah Hari Ini

Eskalasi Konflik AS-Iran Meningkat, Nilai Tukar Rupiah Melemah Hari Ini

JAKARTA – Nilai tukar rupiah bergerak melemah sebesar 56 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.977 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi. Pelemahan mata uang Garuda ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya bertengger di posisi Rp17.921 per dolar AS. Analis dari Bank Woori Saudara, Rully Nova, memproyeksikan pergerakan kurs rupiah sepanjang hari ini akan terus tertekan dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS akibat imbas penguatan indeks dolar internasional yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia.

Faktor utama yang menekan mata uang domestik berasal dari memanasnya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) meluncurkan serangkaian serangan udara baru ke wilayah Iran. Langkah militer ini diambil AS guna memangkas kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz. Merespons hal tersebut, militer Iran langsung melancarkan aksi balasan berupa serangan drone berskala besar yang menyasar dua instalasi militer penting milik Amerika Serikat di Kuwait, tepatnya di Camp Al Adiri dan Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Di tengah gempuran sentimen global, pelaku pasar domestik kini mengalihkan perhatian pada agenda Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu (22/7). Bank Indonesia (BI) diprediksi akan mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 6 persen demi meredam gejolak inflasi dan menjaga stabilitas finansial dalam negeri. Rully Nova menambahkan bahwa selain untuk mengantisipasi laju inflasi, kebijakan penaikan suku bunga acuan tersebut dinilai krusial untuk menahan volatilitas pasar saham domestik di tengah tinjauan mendalam oleh lembaga rating global. Dikutip dari Antaranews.com