JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa investasi merupakan faktor krusial untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen. Dalam acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta (8/5), Rosan mengungkapkan bahwa investasi saat ini berkontribusi sekitar 31-32 persen terhadap total ekonomi nasional. Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,61 persen, di mana investasi menyumbang peran signifikan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Pemerintah menetapkan target investasi yang ambisius sebesar 123,7 miliar dolar AS pada tahun 2026 untuk menopang pertumbuhan tersebut. Rosan menjelaskan bahwa dalam lima tahun ke depan, Indonesia membutuhkan total realisasi investasi mencapai 789,9 miliar dolar AS. Sebagai bukti tren positif, realisasi investasi pada kuartal I 2026 telah menyentuh angka 30,2 miliar dolar AS dan berhasil menyerap lebih dari 700 ribu tenaga kerja, dengan Singapura tetap menjadi investor asing terbesar bagi tanah air.
Guna mencapai sasaran tersebut, pemerintah terus memperkuat program hilirisasi yang saat ini menyumbang 30 persen dari total investasi nasional. Fokus hilirisasi tidak hanya terbatas pada sektor mineral seperti nikel—di mana Indonesia menguasai 42 persen cadangan dunia—tetapi juga merambah ke sektor kehutanan, perikanan, hingga pertanian. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekspor sekaligus memperkokoh daya tahan ekonomi Indonesia di kancah internasional melalui kolaborasi antara pemerintah dan mitra global. Dikutip dari Antaranews.com
