Mataram – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keselamatan transportasi melalui kegiatan pelayanan kesehatan gratis yang dilaksanakan bagi para pengemudi, penumpang dan karyawan Perum DAMRI pada hari Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan kondisi kesehatan awak angkutan umum tetap prima sehingga mampu memberikan pelayanan yang aman dan nyaman kepada masyarakat.
Pelayanan kesehatan tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta konsultasi kesehatan dengan tenaga medis. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi konsentrasi maupun kemampuan pengemudi saat bertugas di jalan.
Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah NTB menyampaikan bahwa kesehatan pengemudi merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas. Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, diharapkan risiko terjadinya kecelakaan akibat faktor kesehatan dapat diminimalkan sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih aman.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara Jasa Raharja dengan Perum DAMRI dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi umum. Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada perlindungan pascakecelakaan, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi dan pemantauan kondisi kesehatan para pengemudi.
Para peserta menyambut baik pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis ini. Selain memberikan manfaat dalam mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga pola hidup sehat agar tetap bugar dalam menjalankan tugas sebagai pengemudi angkutan umum yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan penumpang.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja NTB berharap budaya keselamatan dapat terus ditanamkan kepada seluruh insan transportasi, dimulai dari memastikan kondisi fisik pengemudi selalu dalam keadaan optimal. Upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mendukung terwujudnya ekosistem transportasi yang selamat, tertib, dan berkeselamatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
