Jakarta – Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) saat menjalankan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Ketiga prajurit tersebut adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo. Mereka gugur dalam kecelakaan helikopter TNI saat melaksanakan misi pemadaman karhutla melalui operasi water bombing di Perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026). Menteri Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita sekaligus penghormatan atas pengabdian para prajurit yang gugur saat bertugas.
Menteri Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh kepada keluarga prajurit dan seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla. Pemerintah juga memastikan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk anak-anak para prajurit yang gugur. Prasetyo mengajak masyarakat Indonesia mendoakan agar para prajurit mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada personel TNI, Polri, dan relawan yang bekerja siang dan malam dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mengendalikan karhutla di Sumatra dan Kalimantan dengan mengerahkan berbagai unsur terkait. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (5/11/2026), terdapat 1.468 titik api karhutla yang tersebar di enam provinsi. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian penanganan meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan. Pemerintah memastikan upaya pemadaman dan pengendalian karhutla terus dilakukan secara serius, meskipun petugas di lapangan menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan tugas. Dikutip dari rri.co.id
