JAKARTA – Indonesia dan Cili sepakat mempercepat optimalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (IC-CEPA) demi meningkatkan nilai perdagangan sekaligus memperluas akses pasar bilateral. Kesepakatan ini ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Luar Negeri Cili José Francisco Pérez Mackenna di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Mendag Budi menekankan pentingnya memaksimalkan potensi kerja sama yang telah diimplementasikan secara bertahap—mulai dari sektor perdagangan barang sejak 2019 hingga perdagangan jasa pada 2025—serta mendorong penyelesaian perundingan di sektor investasi tahun ini guna menciptakan iklim bisnis yang semakin solid.
Guna memperkuat sinergi di tingkat praktis, pemerintah Indonesia mendorong pembentukan forum bisnis khusus yang mempertemukan para investor, eksportir, dan importir dari kedua negara. Langkah ini dinilai strategis mengingat ruang pertumbuhan perdagangan bilateral masih sangat terbuka lebar. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, kinerja perdagangan bilateral Indonesia-Cili terus mencatatkan tren positif dengan raihan surplus bagi Indonesia sebesar 132,1 juta dolar AS pada periode Januari–Mei 2026 (ekspor 179,1 juta dolar AS dan impor 47,1 juta dolar AS), melanjutkan tren surplus tahun 2025 yang mencapai 347,5 juta dolar AS dari total nilai perdagangan sebesar 535,5 juta dolar AS.
Kemitraan strategis ini memegang peranan penting dalam memperkuat komoditas ekspor unggulan Indonesia ke pasar Amerika Latin, seperti kendaraan bermotor, pupuk mineral, dan produk alas kaki. Sebaliknya, Indonesia mengimpor komoditas utama dari Cili berupa ikan beku, bubur kayu kimia, hingga produk olahan pertanian. Melalui perluasan skema IC-CEPA di sektor investasi dan komunikasi intensif antarpelaku usaha, kedua negara optimistis dapat mendongkrak volume perdagangan bilateral secara signifikan serta memperkokoh posisi Indonesia di pasar kawasan Amerika Selatan. Dikutip dari Antaranews.com
